• Barang siapa yang mendorong perbuatan baik, niscaya ia akan memperoleh bagian pahala dari padanya. Barang siapa yang mendorong perbuatan buruk, niscaya ia pun akan memperoleh bagian dosanya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 4 : 85)

  • Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seoranghamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya.Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabilashalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (H.R. Annasa'i dan Attirmidzi).

  • Cerdasnya  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya

  • Tidak ada satupun hamba-Ku yang ikhlas kuambil harta yg Kuberikan padanya, kecuali Kuganti dengan yang lebih baik. Tidak ada satupun hamba-Ku yang ridha dengan bala yang Kutimpakan padanya, kecuali Kunaikkan derajatnya. Dan tidak satupun hambaKu yang bersyukur, kecuali Kutambah nikmatKu padanya". hadist Qudsi

Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BRI SYARIAH

No. Rek. 133.000.788.2988

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi melalui Paypal


Untuk Zakat kami sarankan Bapak/Ibu menyalurkannya langsung dikotanya masing-masing,

Untuk data Administasi kami,Setelah Transfer Donasi/Sedekah Anda, Mohon Konfirmasi ke SMSCentre Sedekah.Net 08777.888.5540, Terima kasih

Program Rutin

-

-

FeedLangganan Artikel Terbaru via Email

 

 

 

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

 
 

 

Sedekah.net, Berbagi Inspirasi, Berbagi Motivasi ...

MENGGEMARKAN SHALAT SUNNAH RAWATIB

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Wednesday, 01 July 2009 11:20


Oleh: Oleh Ustadz Kholid Syamhudi

Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Apabila bagus maka ia telah beruntung dan sukses, dan bila rusak maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila kurang sedikit dari shalat wajibnya maka Rabb 'Azza wa jalla berfirman: "Lihatlah, apakah hamba-Ku itu memiliki shalat tathawwu' (shalat sunnah)?" Lalu shalat wajibnya yang kurang tersebut disempurnakan dengannya, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian” [HR At-Tirmidzi] [3]

Dari hadits tersebut, menjadi jelaslah betapa shalat sunnah Rawâtib memiliki peran penting, yakni untuk menutupi kekurangsempurnaan yang melanda shalat wajib seseorang. Terlebih lagi harus diakui sangat sulit mendapatkan kesempurnaan tersebut, sehingga Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya seseorang selesai shalat dan tidak ditulis kecuali hanya sepersepuluh shalat, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya sepertiganya, setengahnya” [HR Abu Dawud dan Ahmad] [4]
Read more...
 

~Cintai Anakmu untuk Selamanya~

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Tuesday, 19 May 2015 08:49

Pada saatnya anak-anak akan pergi, meninggalkan kita, sepi...
Mereka bertebaran di muka bumi utk melaksanakan tugas hidupnya; berpencar, berjauhan.

Tetapi pd saatnya, kitapun akan pergi meninggalkan mereka.
Entah kapan.
Pergi dan tak pernah kembali lagi ke dunia ini....

Sebagian di antara kematian adalah perpisahan yg sesungguhnya;
Sebagian lain di antara kematian adalah perpisahan sesaat;

Read more...
 

Mengikis Cinta Dunia

PDF Print E-mail
Written by DR. Syamsul Yakin, MA.    Monday, 04 April 2016 00:00

Kita kerap kali lupa bahwa hidup ini begitu sementara. Selalu saja kita congkak, merasa benar sendiri, dan tak jarang menguasai milik saudara sendiri secara zalim. Ukuran kebenaran dan keberhasilan hanya sebatas yang membuat kita senang. Jadilah kita orang yang hanya mengejar dan mengumpulkan dunia dan isinya. Pada sangka kita harta itu kekal dan membahagiakan, kekuasaan itu membuat kita dimuliakan, dan kebesaran itu membuat kita tersanjung. Padahal kita membutuhkan sedikit saja dari yang disediakan dunia. Benar kiranya yang dikatakan Socrates, “alangkah banyaknya yang tidak saya butuhkan di dunia ini”.

Entah, seperti apa masa depan manusia bila ukuran kebahagiaan dan kebenaran adalah dunia. Dan anehnya, mengapa puasa belum juga membuahkan kesadaran keruhanian? Bukankah puasa itu ibadah personal yang bermakna spiritual; sebuah hubungan kepada Allah yang dibangun secara khusus untuk menggapai kebenaran dan kebahagiaan hakiki. Tetapi kenapa kita sering kali membohongi Allah dengan pura-pura mencinta-Nya padahal selama ini kita hanya mencintai dunia dan diri kita sendiri? Tidakkah kita sadar bahwa tujuan tertinggi puasa, seperti yang dikehendaki Allah, itu ada tiga: agar kita jadi bertakwa, supaya kita selalu bersyukur, dan mudah-mudahan kita selalu mendapat petunjuk?

Agar puasa kita mampu mengikis dunia dari hati kita dan menjadikan kita pribadi yang merasa cukup dengan dunia, penting kiranya kita perhatikan sebuah hadits yang diriwayatkan  oleh Abu Hurairah. Rasulullah Saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, maukah engkau aku tunjukkan tentang dunia ini?” Abu Hurairah menjawab: “Mau, wahai Rasulullah”. Sejurus, Rasulullah memegang tanganku dan pergi mengajakku. Tepat, beliau berhenti di suatu tempat yang penuh dengan kotoran. Bukan hanya itu, tengkorak manusia dan tulang-belulang berserakan di situ. Bahkan ada juga kain-kain yang berlumur kotoran.

Last Updated on Wednesday, 06 April 2016 16:44
Read more...
 

NAFSU TERSEMBUNYI

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Wednesday, 11 February 2015 06:10

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik; Kisah  Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriyah dari kota Basrah, Irak.

__________________________________________________________________


Menuturkan lembaran episode hidupnya, Ahmad bin Miskin bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah.
Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku berazam untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: "berikan makanan ini kepada keluargamu."

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya,Tatapannya jatuh pada kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

"Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa menahan siksa lapar. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan,Semoga Allah merahmati Tuan."

Read more...
 

Renungan untuk para ayah dan permata hatinya ....

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Tuesday, 19 May 2015 08:28

Renungan dari Sebuah Smartphone

Seorang gadis membeli sebuah Iphone6.  Smartphone  tersebut telah dilengkapi dengan pelindung layar dan ‘flip cover’ yang tak kalah cantiknya. Dia menunjukkan smartphone barunya tersebut ke ayahnya. Lalu, sebuah percakapan yang cukup menggugah pun dimulai:

Ayah: Wah, telepon genggam yang bagus. Berapa harga yang harus engkau bayar untuk itu?

Anak Perempuan: Saya membayar 700 dolar untuk telepon genggam ini, 20 dolar untuk penutup teleponnya, serta 5 dolar untuk pelindung layarnya.

Ayah: Oh, mengapa kamu menambahkan pelindung layar dan penutup teleponnya? Bukankah kamu dapat menghemat 25 dolar untuk itu?

Last Updated on Tuesday, 19 May 2015 08:58
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 10

Penyejuk Hati 24Jam

bisa juga didengarkan melalui

Winamp, iTunes Windows Media Player Real Player QuickTime
____________

dengar melalui tunein

Streaming Provider by :
Klik Media Corporate

_________________

TV Dakwah Sedekah.Net

Support Online

online
-
 
-
-
SMSCentre
08777.888.5540
 

translate

Translate

English (or others language).

Save Al-Aqsa

 
 

mutiara hikmah

EDISI TERBARU

"Makna Ketulusan"