• Barang siapa yang mendorong perbuatan baik, niscaya ia akan memperoleh bagian pahala dari padanya. Barang siapa yang mendorong perbuatan buruk, niscaya ia pun akan memperoleh bagian dosanya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 4 : 85)

    http://sedekah.net
  • Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seoranghamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya.Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses, dan apabilashalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi. (H.R. Annasa'i dan Attirmidzi).

  • Cerdasnya  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya

  • Tidak ada satupun hamba-Ku yang ikhlas kuambil harta yg Kuberikan padanya, kecuali Kuganti dengan yang lebih baik. Tidak ada satupun hamba-Ku yang ridha dengan bala yang Kutimpakan padanya, kecuali Kunaikkan derajatnya. Dan tidak satupun hambaKu yang bersyukur, kecuali Kutambah nikmatKu padanya". hadist Qudsi

Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BCA SYARIAH

No.Rek. (536) 014 7000 992

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah
(kode bank:536, bebas biaya transfer dari ATM BCA dgn Rek. BCA apapun)


BRI SYARIAH

No. Rek. 100.3487.098

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi dengan Paypal

Mohon Konfirmasi ke SMSCentre kami, 08.988.988.765 setelah anda Transfer, Terima kasih

Program Terbaru

Pulsa SNET
Program Wakaf Quran

Sedekah.net, Berbagi Inspirasi, Berbagi Motivasi ...

Membuka Pintu Surga

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Tuesday, 03 April 2012 06:53
Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang Ashar. Fatimah binti Rasulullah menyambut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar. Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah, “Maaf, Sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeser pun”. Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala”. “Terima kasih,” jawab Ali. Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukkan sikap kecewa atau bersedih.

Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan shalat jama’ah. Sepulang dari sembahyang, di tengah jalan ia dihentikan oleh seorang tua. “Maaf, anak muda, betulkah engkau Ali anak Abu Thalib?” Ali menjawab heran, “Ya, betul. Ada apa, Tuan?”. Orang tua itu merogoh kantungnya seraya menjawab, “Dahulu ayahmu pernah kusuruh menyamak kulit. Aku belum sempat membayar ongkosnya, ayahmu sudah meninggal. Jadi, terimalah uang ini, sebab engkaulah ahli warisnya.” Dengan gembira Ali mengambil haknya dari orang itu sebanyak 30 dinar.

Read more...
 

Menjadi Manusia Terbaik ....

PDF Print E-mail
Written by sedekah.net    Tuesday, 15 May 2012 00:00

Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.
Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.

Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.

Last Updated on Tuesday, 15 May 2012 13:26
Read more...
 

Sedekah Menaungi Pemiliknya Di Hari Kiamat

PDF Print E-mail
Written by Ihsan Tadnjung    Sunday, 15 January 2012 11:19

Seorang muslim senantiasa khawatir akan nasibnya kelak di hari Kiamat atau hari Berbangkit. Sebab ia faham bahwa pada hari itu umat manusia bakal dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar sedangkan matahari berada sangat dekat dari kepala setiap orang. Maka ketika itu setiap orang sangat ingin agar dirinya bisa bernaung di bawah suatu tempat bernaung agar dapat terhindar dari panasnya sengatan matahari.

Alhamdulillah, Nabi Muhammad memberitahu kepada kita ummatnya, ilmu mengenai apa saja perbuatan yang bila dikerjakan selagi hidup di dunia yang fana ini, dapat menyebabkan hadirnya naungan di hari Kiamat.

Oleh sebab itu seorang muslim-mukmin yang cerdas pasti bersemangat mencari tahu perbuatan apakah gerangan itu. Seorang muslim cerdas sangat peduli dengan apa-apa yang memastikan dirinya selamat dan sukses dalam kehidupan di alam abadi akhirat, sesudah ia meninggalkan dunia fana. Bahkan lebih jauh daripada itu, seorang mukmin pasti berusaha sekuat tenaga mengamalkan ilmu tersebut agar janji yang ada bersamanya menjadi kenyataan kelak di hari tidak ada naungan kecuali naungan yang datang dengan izin dan ridho Allah.

Last Updated on Tuesday, 31 January 2012 10:01
Read more...
 

Berdoalah dengan Suara Lembut

PDF Print E-mail
Written by Tahajjud Indonesia    Tuesday, 03 April 2012 06:43
Berdoa adalah kebutuhan kita. Jika kita tidak berdoa, justru kita dianggap sombong. Allah swt sangat senang jika hambaNya banyak berdoa dan Dia berjanji mengabulkannya. Berikut ini adalah kiat singkat agar doa kita dikabulkan (maqbul):

  1. Menghadap kiblat
    Rasulullah saw datang ke tempat wuquf di Arafah dan beliau menghadap k iblat, lalu terus menerus berdoa hingga tenggelam matahari
  2. Membaca Hamdalah atau Pujian, Istighfar dan Shalawat
    Salah seorang sahabat Nabi saw berkata, “Ketika Nabi Muhammad saw duduk di mesjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai shalat ia membaca doa, ‘Allaahummaghfirlii warhamnii.’ Maka waktu itu Rasulullah saw pun berkata, wahai kawan, engkau terburu-buru.
Read more...
 

Puasa Sunnah Tiga Hari Setiap Bulan

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Sunday, 15 January 2012 11:17

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

Salah satu dari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah berpuasa tiga  hari di setiap bulan. Sunnah ini sudah jarang diamalkan oleh kaum muslimin, kendati sunnah puasa  tiga  hari di tiap bulan adalah sunnah yang utama. Rasulullah Shallallahu  ‘Alaihi Wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhu senantiasa mengamalkan sunnah ini sepanjang hidup mereka dan tidak pernah meninggalkannya.

Beberapa riwayat yang shahih tentang amalan sunnah puasa tiga  hari di setiap bulan adalah sebagai berikut :

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata ,

 “Kekasihku (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga hal; berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan dua rakaat shalat Dhuha dan melakukan shalat Witir sebelum tidur.”

(HR Bukhari 1981 dan Muslim 721)

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4

Support Online

online
-
-
-

translate

Translate

English (or others language).

Login Form

Save Al-Aqsa


You are here: Home